Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara menjadi tujuan utama bagi banyak brand global yang ingin memperluas jangkauan pemasaran mereka. Di antara berbagai kanal iklan yang tersedia, out-of-home (OOH) advertising tetap menjadi pilihan populer berkat kemampuannya menjangkau audiens secara masif di ruang publik. Tiga negara yang sering dibandingkan karena potensi pasarnya adalah Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Artikel ini membahas faktor utama yang memengaruhi return on investment (ROI) iklan OOH di ketiga negara tersebut, sekaligus membantu brand global menentukan negara mana yang paling tepat untuk kampanye mereka selanjutnya.
1. Ukuran Pasar & Populasi Perkotaan
A. Indonesia
Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia menawarkan potensi audiens yang sangat luas. Konsentrasi penduduk di kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung membuat iklan billboard serta digital signage sangat efektif menjangkau jutaan orang setiap hari.
B. Thailand
Meski memiliki populasi lebih kecil, Thailand memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Bangkok menjadi kota tujuan utama bagi brand internasional karena daya beli masyarakatnya relatif tinggi. Namun, biaya sewa lokasi premium di Bangkok tergolong mahal.
C. Vietnam
Vietnam mengalami pertumbuhan urbanisasi tercepat di Asia Tenggara. Kota seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi menjadi pusat perhatian, dengan populasi muda yang konsumtif. Biaya OOH di Vietnam relatif lebih murah dibanding Indonesia dan Thailand, namun data audiens digital masih terbatas.
2. Biaya Produksi & Penyewaan Media OOH
| Negara | Biaya Billboard (Lokasi Premium) | Biaya DOOH | Catatan Umum |
|---|---|---|---|
| Indonesia | Tinggi – Menengah | Menengah | Permintaan sangat tinggi |
| Thailand | Tinggi | Tinggi | Lokasi sangat kompetitif |
| Vietnam | Menengah – Rendah | Rendah | Banyak peluang berkembang |
Indonesia memang menawarkan jumlah inventory OOH terbanyak, tetapi harga lokasi strategis cenderung cepat naik. Thailand membutuhkan anggaran lebih besar untuk menembus area high-traffic. Vietnam masih menyediakan opsi ekonomis namun terbatas dalam jumlah inventory digital.
3. Audiens & Perilaku Konsumen Lokal
- Indonesia: Konsumen sangat responsif terhadap visual kuat, warna mencolok, dan pesan lokal yang relevan. Adopsi media sosial tinggi membuat integrasi kampanye OOH digital menjadi efektif.
- Thailand: Konsumen lebih memperhatikan brand building, sehingga penempatan di lokasi premium dengan desain elegan memberikan efek jangka panjang.
- Vietnam: Kalangan muda urban menjadi target utama; konten kreatif yang unik dan berbeda lebih mudah viral melalui media sosial.
4. Regulasi & Kemudahan Perizinan
- Indonesia: Regulasi OOH berbeda antar kota; beberapa daerah menerapkan pembatasan ukuran dan jumlah billboard.
- Thailand: Pemerintah cukup ketat dalam pengaturan estetika kota, terutama di Bangkok. Proses izin memakan waktu.
- Vietnam: Regulasi masih berkembang, sehingga lebih fleksibel untuk brand yang ingin bergerak cepat. Namun, harus memperhatikan perubahan kebijakan mendadak.
5. Perhitungan ROI: Mana yang Paling Menguntungkan?
1. Jika brand global mengutamakan reach dengan target konsumen massal:
Indonesia memberikan ROI tertinggi karena skala audiens yang jauh lebih besar dan potensi amplifikasi digital.
2. Jika tujuannya brand positioning kelas premium:
Thailand unggul, terutama di kawasan pusat kota Bangkok.
3. Jika memprioritaskan cost-efficiency dan eksperimen kreatif:
Vietnam adalah pasar strategis untuk kampanye biaya rendah dengan tingkat viralitas tinggi.
6. Strategi Optimasi ROI untuk Brand Global
- Integrasi OOH + digital campaign (misal: QR code ke landing page)
- Gunakan bahasa lokal untuk menciptakan emotional connection
- Tes pasar melalui kampanye kecil di Vietnam, lalu scale-up ke Indonesia
- Gunakan DOOH berbasis data di Indonesia dan Thailand untuk targeting flexible
- Hindari musim liburan lokal saat biaya sewa naik tajam
Kesimpulan
Bagi brand global yang ingin memaksimalkan ROI, Indonesia tetap menjadi pilihan utama untuk kampanye berskala besar, didukung oleh populasi besar, integrasi digital kuat, dan minat konsumen lokal terhadap brand internasional. Namun, keputusan terbaik adalah melakukan mix strategy, memulai dari pasar berkembang seperti Vietnam, menguatkan brand image di Thailand, dan melakukan ekspansi terbesar di Indonesia.



