Retail media menjadi salah satu segmen yang tumbuh paling cepat dalam industri periklanan global. Pasar besar seperti Amerika Serikat, Cina, dan Eropa sudah melihat investasi besar untuk layar digital di dalam toko, media promosi, dan platform pemasaran berbasis data. Indonesia kini memasuki fase yang sama, didorong oleh digitalisasi cepat, pertumbuhan ritel modern, dan pentingnya perjalanan konsumen dari offline ke online.
Yang membuat market Indonesia menarik adalah kombinasi antara jumlah pengunjung yang sangat besar, gaya hidup urban yang padat, kekuatan belanja di ritel modern, dan ekosistem ritel yang didominasi supermarket, minimarket, dan mall. Lokasi ini tidak lagi sekadar tempat belanja. Saat ini lokasi ritel berubah menjadi jaringan media yang terstruktur dengan dukungan layar digital, analitik cerdas, dan strategi OOH.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai pertumbuhan retail media di Indonesia dan alasan pengiklan global perlu memperhatikannya.
1. Pertumbuhan Layar Digital dan Titik Sentuh Konsumen di Dalam Toko
Rantai ritel modern di Indonesia, terutama supermarket dan minimarket, semakin agresif memasang layar digital di titik sentuh utama konsumen. Titik ini meliputi pintu masuk, area kasir, rak promosi, antrean pembayaran, dan rak showcase.
Perkembangan ini terjadi karena beberapa alasan:
- Retail ingin meningkatkan pengalaman berbelanja
- Brand ingin mempengaruhi keputusan pembelian sebelum pembayaran
- Layar digital memberi interaksi yang lebih kuat
- Retail mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari iklan
Dengan jutaan pengunjung setiap hari, media digital di dalam toko memberikan nilai eksposur yang sangat tinggi dan berdampak langsung pada penjualan.
2. Supermarket Menjadi Pusat Iklan Terstruktur
Supermarket besar seperti Hypermart, Transmart, Lotte Mart, dan AEON mulai membangun jaringan media sendiri. Jaringan ini mencakup LED besar, layar lorong, panel digital end cap, dan layar pintu masuk.
Mengapa Supermarket Menarik Bagi Pengiklan Global
- Frekuensi kunjungan yang tinggi
- Lingkungan dengan niat beli yang kuat
- Waktu tunggu yang lebih lama dibanding minimarket
- Jangkauan audiens yang luas dari berbagai kelas sosial
Supermarket sangat ideal untuk kategori FMCG, elektronik, produk rumah tangga, minuman, dan brand yang ingin memperkuat pengaruh di tahap keputusan pembelian.
3. Minimarket Menjadi Jaringan Media Hyperlocal
Indonesia memiliki jaringan minimarket paling padat di Asia Tenggara. Alfamart, Indomaret, dan berbagai jaringan regional mengoperasikan puluhan ribu gerai. Ini menjadikan minimarket sebagai titik retail media terbesar di Indonesia.
Kekuatan minimarket terletak pada posisinya yang benar benar dekat dengan kehidupan sehari hari masyarakat. Tidak seperti supermarket yang berbasis area dagang, minimarket berada di tengah pemukiman.
Mengapa Minimarket Sangat Penting untuk Retail Media
- Mengakomodasi pembelian harian
- Melayani komuter, pekerja, keluarga, dan warga sekitar
- Menyediakan arus pengunjung yang stabil dari pagi sampai malam
- Memberi eksposur kecil namun frekuensi tinggi
Layar digital di area kasir, dekat lemari pendingin minuman, atau rak promo terbukti sangat efektif untuk kategori impulsif seperti minuman, camilan, pulsa, dan kebutuhan rumah tangga.
4. Mall Menjadi Platform Media Gaya Hidup Skala Besar
Indonesia dikenal sebagai negara dengan budaya mall yang kuat. Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung memiliki mall dengan jumlah pengunjung harian yang tinggi. Mall tidak lagi sekadar pusat belanja. Mall kini menjadi tujuan gaya hidup, hiburan, dan kuliner.
Bagaimana Mall Berubah Menjadi Platform Media
- LED besar di atrium
- Layar di eskalator
- Panel digital di pintu lift
- Layar food court
- Layar area parkir
- Direktori digital yang menampilkan iklan
Ekosistem ini memungkinkan brand membangun koneksi dengan pengunjung dari awal sampai akhir perjalanan di dalam mall. Kategori seperti luxury, teknologi, otomotif, finansial, dan hiburan mendapatkan keuntungan besar dari format ini.
5. Kekuatan Retail Media Jika Digabung dengan OOH
Retail media menjadi jauh lebih efektif ketika digabungkan dengan OOH di luar ruangan. Dengan menghubungkan layar di dalam toko dengan billboard jalan raya, media transportasi, bandara, dan DOOH perkotaan, brand dapat membangun funnel lengkap dari awareness sampai pembelian.
Contoh Strategi Multi Layer
- OOH besar untuk membangun awareness massal
- Layar mall atau supermarket untuk memperkuat engagement
- Layar rak produk untuk mendorong keputusan akhir
Strategi ini sangat cocok di Indonesia karena konsumen sering berpindah tempat antara mall, kantor, minimarket, dan transportasi umum.
6. Teknologi dan Data Mengubah Retail Media
Teknologi memperkuat efektivitas retail media. Kini retailer menggunakan:
- Sensor pengukur audiens
- Penghitungan lalu lintas berbasis AI
- Integrasi data kartu loyalti
- Pemicu konten real time
- Pembelian iklan programmatic untuk layar DOOH
- Heatmap pergerakan konsumen di dalam toko
Dengan teknologi ini, pengiklan dapat menargetkan pembeli secara lebih akurat dan mengukur performa kampanye secara jelas.
Kesimpulan
Retail media di Indonesia memasuki fase menarik. Supermarket, minimarket, dan mall sedang berubah menjadi jaringan media modern dengan dukungan data, digital signage, dan integrasi OOH. Bagi brand internasional, Indonesia menawarkan ekosistem yang sangat kuat untuk membangun pengaruh dari tahap awareness sampai keputusan pembelian.
Indonesia bukan hanya mengikuti tren retail media global. Indonesia menciptakan versi yang lebih kuat dan terintegrasi dengan budaya lokal, mobilitas masyarakat, dan transformasi digital yang terus berkembang.



